Kamis, 15 Agustus 2013

Jodoh Tidak Akan Kemana (cerpen JKT48)



                Pagi itu aku dan teman ku sedang bermain basket di daerah komplek rumahku.Kami memang sering bermain basket untuk mengisi waktu luang kami,apalagi sekarang lagi liburan lumayan lah untuk ngisi waktu luang daripada di rumah bosen haha.Aku biasa bermain dengan aris,fahri,sultan,dan bima,mereka ber-empat adalah teman baik sekelasku.Karna keasikan menembak bola akhirnya tembakan ku salah sasaran,bukannya masuk ke dalam ring malah mengenai gadis di dekat lapangan basket di dekat tempat kami bermain.
Aku: "Kamu enggak apa-apa?"
Dia: "Enggak apa-apa kok"
Aku: "Gimana kalau kamu aku antar pulang saja?"
Dia: "Ngerepotin enggak?"
Aku: "Enggak sama sekali kok,sebentar ya aku ambil motor ku dulu"
Dia: "Oh iya-iya
Akhirnya kami berdua pun bergegas untuk ke rumah si gadis ini.
Aku: "Oh iya rumah kamu dimana?"
Gadis: "Rumahku 2 blok dari sini di Blok K"
                Ternyata rumahnya hanya berjarak satu blok dari rumahku.setelah 10 menit kami pun sampai di rumah yang dimaksut gadis ini.
Aku: "Oiya aku belum kenalan,nama aku Rizky,nama kamu siapa?"
Gadis: "Namaku Naomi"
Aku: "Oh iya kamu baru pindah kesini ya?kok aku jarang liat kamu?"
Gadis: "Iya aku baru pindah"
Aku:"Oh yaudah aku balik ke lapangan lagi ya,mau lanjutin mainnya"
Gadis: "Oh iya hati-hati ya"
                Akhirnya aku melaju menuju ke lapangan basket tadi,entah kenapa aku jadi teringat wajah gadis itu terus,wajahnya memang cantik dengan rambut panjangnya yang lurus menambah kecantikan gadis itu.
Aris: "Woi Riz kenape lo?dari tadi kayak lagi mikir sesuatu aje?"
Aku: "Gak ape2 kok"
Bima: "Dia lagi mikirin gadis yang tadi kali"
Bima: "Tuh bener kan dia mukanya merah-merah gitu"

Aku: "Ah udahlah pulang yok udah laper nih gue"
                Akhirnya kami ber-lima pun bergegas untuk langsung pulang ke rumah masing-masing,setelah beberapa menit aku sudah sampai di rumahku.Dan aku pun hanya sendirian di rumah karna kedua orang tua ku dan kakak sedang pergi keluar.Karna lapar dan hanya ada roti saja akhirnya aku menyantap roti itu sambil membuat susu agar sedikit lebih kenyang, entah kenapa saat makan aku teringat lagi oleh si gadis yang bernama Naomi itu.Yang paling aku teringat adalah senyumnya itu yang sangat manis,apakah ini yang dinamakan cinta?karna aku belum pernah merasakan yang namanya cinta.Dalam hatiku aku pun berkata "ah sudahlah lupakan".Setelah menyantap habis rotiku akupun langsung bergegas ke kamar mandi untuk mandi karna badan ku terasa sangat tidak enak sekali,setelah mandi aku menonton tv untuk menghilangkan kejenuhan yang aku alami,hari ini mungkin acaranya tidak ada yang bagus tapi tidak apalah untuk sedikit menghilangkan kejenuhanku aku menonton film yang aku suka yaitu Despicable Me.Setelah menonton film itu aku bergegas ke kamar untuk tidur sebentar karna badanku terasa pegal sekali.Dalam sekejap akupun langsung tertidur dengan pulasnya.Bahkan sampai ibuku masuk kedalam kamar aku pun aku tidak menyadarinya.
Ibu: "Kamu kenapa kok tidur sambil senyum-senyum?"
Aku: "Ah enggak apa-apa kok"
Ibu: "Udah siang ini kamu makan siang dulu sana mama udah beliin makanan tadi"
                Aku pun langsung bergegas ke meja makan untuk mengambil makanan siangku,aku menyantap makananku sambil menonton TV.Setelah beberapa lama makananku pun habis dilahap.Setelah makan,aku menuju kamarku untuk merapikan buku untuk besok,karena besok aku sudah mulai masuk sekolah.
                Paginya aku langsung bergegas pergi ke sekolah pukul 6 pagi,entah kenapa hari ini aku sangat bersemangat sekolah sekali,padahal biasanya aku malas-malasan untuk pergi ke sekolah.
"Bu aku berangkat sekolah dulu ya",ucap aku."Oh iya hati-hati ya dijalan"jawab ibuku.
Akupun langsung tancap gas menuju sekolahku.
Sultan: "Kenape lo pagi-pagi udah mikirin sesuatu aja?"
Aku: "Enggak kok"
Fahri : "Udahlah enggak usah boong"
Aku :"Beneran enggak boong"
                Setelah beberapa menit berlalu bel masuk pun berbunyi.Saat itu ada seorang wanita yang mengikuti guru yang akan mengajar di kelas kami,memang katanya hari ini sekolahku kedatangan siswi baru.
Aris: "Bro liat itu cewek kemaren yang kena basket itu kan?"
Aku: "Ah boong lo ah"
Saat aku lihat murid baru itu ternyata benar dia adalah gadis yang kemaren kepalanya terkena bola oleh ku.
Guru: "Pagi anak-anak"
Murid: "Pagi bu"
Guru: "Hari ini kita kedatangan murid baru,silahkan perkenalkan diri kamu terlebih dahulu"
Gadis: "Selamat pagi semuanya perkenalkan nama aku Naomi,semoga kalian bisa berteman baik
                denganku"
Guru: "Sekarang kamu duduk di sebelah Rizky saja ya"
Gadis: "Iya bu"
Seketika itu pun detak jantung ku semakin kencang debarannnya,entah karena apa aku pun tidak tau.
                "Eh kamu Rizky,kamu sekolah disini juga?mulai sekarang kita berteman ya?"ujarnya."Oh iya iya"jawabku sedikit gugup.Selama pelajaran hari ini aku kurang fokus belajar,sesekali aku menatap wajahnya yang sangat manis apalagi senyumnya."Oiya Naomi kamu pulang bareng aku gimana?"Tanyaku,"Kalau enggak ngerepotin enggak apa-apa"jawabnya.Akhirnya kami berdua pun langsung menuju rumah Naomi,setelah beberapa saat kita berdua sudah sampai di rumah Naomi.
Naomi: "Makasih iya sudah antar aku sampai rumah"
Aku: "Iya sama-sama,oh iya kamu malam minggu nanti ada acara enggak?"
Naomi: "Enggak ada kok emang kenapa?"
Aku: "Aku mau ngajak kamu dinner aja,gimana mau enggak?"
Naomi: "Iya aku mau,aku tunggu di depan rumah aku jam 7 malam ya"
Aku: "Siap kapten,yaudah aku pulanh dulu ya"
Naomi: "Iya hati-hati dijalan"
                Kebetulan hari itu adalah hari kamis,aku pun tidak sabar menunggu saat-saat malam minggu nanti.Akupun mempersiapkan diri dengan baik karena aku akan memberi kejutan untuk dia nanti.Tidak terasa hari sudah menuju hari sabtu saja seperti biasa aku mengantar pulang Naomi ke rumahnya,Dan aku berkata "Nanti malama jangan lupa ya",dia pun hanya tersenyum saja.Malam yang di nanti-nanti pun tiba,aku datang ke rumah Naomi pukul 7 malam dengan menggunakan baju terbaik yang aku punya,setelah sampai di rumah aku seperti melihat wanita tercantik.Dia sangat cantik dengan balutan gaun yang menambah kecantikan dia.
Naomi: "Hei jadi jalan atau enggak?"
Aku: "I i iyaa jadi kok"jawab ku sedikit gugup
                Kami pun langsung menuju restoran kesukaan ku yang ku nilai tempat ini sangat romantis sekali,akhirnya kami berdua sampai di tempat yang dituju,kami pun memesan makanan dan minuman untuk kita berdua.Setelah menunggu beberapa lama akhirnya makanan kami datang,dan aku dan Naomi mulai menyantap makanan yang kami pesan,setelah memakan sebagian makananku,aku berhenti sejenak karna aku ingin membicarakan sesuatu kepada Naomi.
Aku: "Naomi aku boleh ngomong sesuatu gak?tapi janji kamu jangan marah ya"
Naomi: "Iya ngomong aja,aku janji enggak akan marah"
Aku: "Aduh gimana ya?aku bingung mau mulai dari mana?"
Naomi: "Udah ngomong aja"
Aku: "Gini aku udah suka sama kamu dari pertama kali aku lihat kamu"
Naomi: "Iya terus?"
Aku: "Kamu mau enggak jadi pacar aku?"
Naomi: "Sebenarnya aku juga sudah lama suka sama kamu"
Aku: "Jadi jawabannya apa?"
Naomi: "Iya,aku mau jadi pacar kamu"
                Seketika itu aku sangat senang sekali dan aku teriak-teriak seperti orang yang paling bahagai di dunia saat itu,sampai-sampai aku tidak tahu kalau pengunjung restoran yang lain melihat dengan tatapan heran.Tetapi aku tidak perdulikan itu karna aku sedang senang saat ini,setelah setengah jam berlalu aku mengajak pulang Naomi karna saat itu jam sudah menunjukan waktu 20.30.Setelah sesampainya di rumah Naomi aku pun mengucapkan terima kasih kepadanya dan dia tersenyum sangat manis sambil mencubit pipi ku dan dia berkata "Terima kasih untuk hari ini kapan-kapan kita jalan-jalan lagi ya".Mendengar perkataan itu aku tambah semangat sekali hari itu bahkan sampai-sampai aku tidak bisa tidur semalaman

                 Paginya seperti biasa pada hari libur aku bermain basket dengan ke-empat temanku di lapangan basket yang biasa kita pakai untuk bermain,hari itu aku sangat bersemangat sekali untuk bermain basket karena ada Naomi di pinggir lapangan.
Sultan: "Bro lo semangat banget kayaknya mainnya,enggak kayak biasanya"
Bima: "Kan ada si Naomi,jangan-jangan lo udah pacaran ya sama si Naomi?"
Wajahku pun saat itu langsung memerah dan keempat temanku berteriak-teriak dengan kata-kata "Cieee ciee" sambil kami berdua di dekatkan dan kami berdua pun semakin malu saja.
Aku: "Naomi aku main basket sama teman ku dulu ya"
Naomi: "Iya sayang"
"CIIEEEE CIIEEE DIPANGGIL SAYANG"Ujar keempat temanku hampir kompak
Kami ber-empat pun bermain basket dan akhirnya tim ku yang menang.Dan ku dengar teriakan Naomi bahagia karena timku yang menang dan aku yang paling banyak memasukkan bola dan mencetak angka untuk tim ku.
Hari demi hari kami lalui seperti biasa.Suka dan duka kami lalui bersama sampai suatu saat kami mendapatkan masalah yang besar,orang tua kami ingin menjodohkan kami dengan jodoh yang sudah ditentukan oleh orang tua kami.Kami pun bingung bagaimana cara agar kami tetap bersatu.Tapi apa hal,kami berdua berpisah karna kami dijodohkan oleh orang tua ku.Mulai hari itu temanku heran karna aku selalu murung dimanapun aku berada.Sampai hari yang direncanakan orang tuaku tiba.Aku dan kedua orang tua ku datang ke rumah wanita yang di maksut kedua orang tuaku.Ketika aku masuk ke rumah itu aku mendengar suara yang tidak asing bagiku."Seperti suara Naomi tapi enggak mungkin ah"ujar ku di dalam hati."Nak keluar nak calon tunanganku kamu udah datang"ujar ibu dari calon tunanganku.Aku pun menunduk tidak bisa melihat wanita itu dan saat aku menatap ke arahnya aku melihat sosok wanita yang sangat tidak asing bagiku.
Aku: "Kamu Naomi kan?"
Naomi: "Iya,kamu Rizky kan?"
Aku: "Iya aku Rizky,aku enggak nyangka ternyata kamu yang mau di jodohin sama aku,kalau gini                               caranya nikah sekarang juga aku mau"
Kami berdua pun tersenyum bahagia."Jadi kalian berdua udah saling kenal,baguslah kalau begitu"Ujar orang tuaku."Kalau begini kita rundingkan lebih lanjut hubungan anak kita".Setelah bebarapa lama aku menunggu saat-saat mendebarkan yaitu menikah dengan Naomi.Naomi sangat cantik sekali saat itu dengan pakaian adat yang dia kenakan saat itu.Setelah satu tahun berlalu kami mempunyai satu orang anak dan hidup kami pun sangat bahagia.

-----------------------------------------------------------TAMAT------------------------------------------------------------